Laman

Kamis, 17 Maret 2011

dilema moral dalam pelayanan kebidanan

PENDAHULUAN
Fungsi pengetahuan etik bagi bidan adalah memberikan bantuan yang positif bagi bidan untuk menghindarkan dari prasangka dalam melakukan pekerjaannya. Etik memliki dimensi kode etik, yaitu : anggota profesi & klien, anggota profesi & sistem kesehatan, anggota profesi & profesi kesehatan, sesama anggota profesi
Kode etik merupakan suatu pernyataan komprehensif profesi yang memberikan tuntunan bagi bidan untuk melaksanakan praktek kebidanan baik yang berhubungan dengan klien, keluarga masyarakat, teman sejawat, profesi dan dirinya sendiri
Kode etik memiliki prinsip, yaitu :
1. Menghargai otonomi
2. Melakukan tindakan yang benar
3. Mencegah tindakan yang dapat merugikan
4. Memperlakukan manusia secara adil
5. Menjelaskan dengan benar
6. Menepati janji yang telah disepakati
7. Menjaga kerahasiaan
Kode etik suatu profesi adalah berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan di dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Norma-norma tersebut berisi petunjuk-petunjuk bagi anggota profesi tentang bagaimana mereka harus menjalankan profesinya dan larangan-larangan, yaitu ketentuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh diperbuat oleh anggota profesi, tidak saja dalam menjalankan tugas profesinya, melainkan juga menyangkut tingkah laku pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari di dalam masyarakat. Kode etik memiliki tujuan, yaitu menjunjung tinggi martabat dan citra profesi, menjaga & memelihara kesejahteraan para anggota, meningkatkan pengabdian para anggota profesi dan meningkatkan mutu profesi
Fungsi kode etik adalah sebagai :
1. Panduan, kode etik memberi bantuan dalam memberikan panduan dengan fasilitasdalam menjalankan pekerjaan profesional
2. Peraturan, menentukan beberapa peraturan dalam suatu kelompok profesi seperti tanggung jawab moral, tindakan yang standar, nilai-nilai khas suatu profesi, izin profesi.
3. Disiplin, mengatur tingkah laku yang melanggar hukum dengan mengidentifikasi dan menentukan jenis tindakan serta membuat instrument yang menjadi peraturan tetap dimana profesi berada.
4. Pelindung, melindungi masyarakat termasuk anggota masyarakat yang menerima profesi.
5. Informasi, memberikan informasi kepada masyarakat diluar profesi (Klien, kolega, pekerja, masy) tentang standar shg profesi mendapat kepercayaan.
6. Pernyataan, menyatakan eksistensi dengan mengumumkan aspirasi kelompok ttg status profesi dgn kehormatan moral dan otonomi
7. Negosiasi, menyediakan alat dalam negosiasi dan perdebatanantara profesi, colega, pekerjaan, pemerintah dengan memberikan penjelasan ttg kebenaran sikap termasuk tindakan.
KODE ETIK KEBIDANAN
Kode etik merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilai-nilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntunan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi. Kode etik bidan Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disyahkan dalam kongres Nasional IBI X tahun 1988, sedang petunjuk pelaksanaannya disyahkan dalam rapat kerja Nasional (Rakernas) IBI tahun 1991, sebagai pedoman dalam berprilaku. Kode etik bidan Indonesia mengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah, tujuan dan bab
1. Kewajiban bidan terhadap klien dan masy (6)
2. Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3)
3. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2)
4. Kewajiban bidan terhadap profesinya (3)
5. Kewajiban bidan terhadap dirinya sendiri (2)
6. Kewajiban bidan terhadap pemerintah, nusa bangsa dan tanah air (2)
7. Penutup (1)
KEWAJIBAN TERHADAP KLIEN DAN MASYARAKAT
1. Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah jabatabnya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya
2. Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan
3. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran, tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat
4. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien, menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
5. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien, keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
6. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal
KEWAJIBAN TERHADAP TUGASNYA
1. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna kepada klien, keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien keluarga dan masyarakat
2. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan
3. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya, kecuali diminta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan dengan kepentingan klien
KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP SEJAWAT DAN TENAGA KESEHATAN LAINNYA
1. Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi
2. Setiap tindakan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya
KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP PROFESINYA
1. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat
2. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi
3. Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra profesinya
KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP DIRI SENDIRI
1. Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik
2. Setiap bidan seyogyanya berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi
KEWAJIBAN TERHADAP PEMERINTAH, NUSA, BANGSA DAN TANAH AIR
1. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya, senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga
2. Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga
URAIAN MATERI

Etik sebagai filsafat moral, mencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teori yang berlaku tentang benar salah, baik buruk, yang secara umum dipakai sebagai suatu perangkat prinsip moral yang menjadi pedoman suatu tindakan.
Bidan dihadapkan pada dilema etik  membuat keputusan dan bertindak didasarkan atas keputusan yg dibuat berdasarkan Intuisi  mereflekasikan pada pengalamannya atau pengalaman rekan kerjanya.
Contoh : persalinan dengan KPD  pasien menolak
Terdapat 4 prinsip etika yg umumnya digunakan dalam praktek kebidanan :
1. Autonomy : memperhatikan penguasaan diri, hak akan kebebasan & pilihan individu.
2. Beneficence : Memperhatikan peningkatan kesejahteraan klien  berbuat yg terbaik untuk orang lain.
3. Non Malefecence : tidak menimbulkan kerugian untuk orang lain  jng membuat kerugian.
4. Justice ; memperhatikan keadilan & keuntungan
Dilema = konflik, berada di antara 2 pilihan, dua tipe konflik :
1. Konflik dalam prinsip
2. Konflik 2 prinsip
A. MASALAH – MASALAH ETIK MORAL YANG MUNGKIN TERJADI DALAM PRAKTEK KEBIDANAN
1. Masalah Etik Moral Yang Mungkin Terjadi
Bidan harus memahami dan mengerti situasi etik moral, yaitu :
1) Untuk melakukan tindakan yang tepat dan berguna.
2) Untuk mengetahui masalah yang perlu diperhatikan
Kesulitan dalam mengatasi situasi :
1) Kerumitan situasi dan keterbatasan pengetahuan kita
2) Pengertian kita terhadap situasi sering diperbaruhi oleh kepentingan, prasangka, dan faktor-faktor subyektif lain
Langkah-langkah penyelesaian masalah :
1) Melakukan penyelidikan yang memadai
2) Menggunakan sarana ilmiah dan keterangan para ahli
3) Memperluas pandangan tentang situasi
4) Kepekaan terhadap pekerjaan
5) Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain
Masalah Etik Moral yang mungkin terjadi dalam praktek kebidanan :
1) Tuntutan bahwa etik adalah hal penting dalam kebidanan karena :
- Bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat
- Bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil
2) Untuk dapat menjalankan praktik kebidanan dengan baik dibutuhkan :
- Pengetahuan klinik yang baik
- Pengetahuan yang Up to date
- Memahami issue etik dalam pelayanan kebidanan
3) Harapan Bidan dimasa depan :
- Bidan dikatakan profesional, apabila menerapkan etika dalam menjalankan praktik kebidanan (Daryl Koehn ,Ground of Profesional Ethis,1994)
- Dengan memahami peran bidan  tanggung jawab profesionalisme terhadap patien atau klien akan meningkat
- Bidan berada dalam posisi baik  memfasilitasi klien dan membutuhkan peningkatan pengetahuan tentang etika untuk menerapkan dalam strategi praktik kebidanan
B. PEMBAGIAN DILEMA / KONFLIK ETIK
Pembagian konflik etik meliputi empat hal :
• Informed Concent
• Negosiasi
• Persuasi
• Komite etik
Menurut Culver and Gert ada 4 komponen yang harus dipahami pada suatu consent atau persetujuan :
1. Sukarela (Voluntariness)
Sukarela mengandung makna pilihan yang dibuat atas dasar sukarela tanpa ada unsur paksaan didasari informasi dan kompetensi
2. Informasi (Information)
Jika pasien tidak tahu sulit untuk dapat mendeskripsikan keputusan. Dalam berbagai kode etik pelayanan kesehatan bahwa informasi yang lengkap dibutuhkan agar mampu keputusan yang tepat.
Kurangnya informasi atau diskusi tentang risiko, efek samping akan membuat klien sulit mengambil keputusan
3. Kompetensi (Competence)
Dalam konteks consent kompetensi bermakna suatu pemahaman bahwa seseorang membutuhkan sesuatu hal untuk mampu membuat keputusan yang tepat bahkan ada rasa cemas dan bingung
4. Keputusan (decision)
Pengambilan keputusan merupakan suatu proses, dimana merupakan persetujuan tanpa refleksi. Pembuatan keputusan merupakan tahap terakhir proses pemberian persetujuan.Keputusan penolakan pasien terhadap suatu tindakan harus di validasi lagi apakah karena pasien kurang kompetensi.
1. Informed Consent
Pesetujuan yang diberikan pasien atau walinya yang berhak terhadap bidan, untuk melakukan suatu tindakan kebidanan kepada pasien setelah memperoleh informasi lengkap dan dipahami mengenai tindakan yang akan dilakukan. Informed consent merupakan suatu proses. Secara hukum informed consent berlaku sejak tahun 1981 PP No.8 tahun 1981.
Informed consent bukan hanya suatu formulir atau selembar kertas, tetapi bukti jaminan informed consent telah terjadi. Merupakan dialog antara bidan dan pasien di dasari keterbukaan akal pikiran, dengan bentuk birokratisasi penandatanganan formulir. Informed consent berarti pernyataan kesediaan atau pernyataan setelah mendapat informasi secukupnya sehingga setelah mendapat informasi sehingga yang diberi informasi sudah cukup mengerti akan segala akibat dari tindakan yang akan dilakukan terhadapnya sebelum ia mengambil keputusan. Berperan dalam mencegah konflik etik tetapi tidak mengatasi masalah etik, tuntutan, pada intinya adalah bidan harus berbuat yang terbaik bagi pasien atau klien.
a. Dimensi informed consent
1) Dimensi hukum, merupakan perlindungan terhadap bidan yang berperilaku memaksakan kehendak, memuat :
- Keterbukaan informasi antara bidan dengan pasien
- Informasi yang diberikan harus dimengerti pasien
- Memberi kesempatan pasien untuk memperoleh yang terbaik
2) Dimensi Etik, mengandung nilai – nilai :
- Menghargai otonomi pasien
- Tidak melakukan intervensi melainkan membantu pasien bila diminta atau dibutuhkan
- Bidan menggali keinginan pasien baik secara subyektif atau hasil pemikiran rasional
b. Syarat Sahnya Perjanjian Atau Consent (KUHP 1320)
1) Adanya Kata Sepakat
Sepakat dari pihak bidan maupun klien tanpa paksaan, tipuan maupun kekeliruan setelah diberi informasi sejelas – jelasnya.
2) Kecakapan
Artinya seseorang memiliki kecakapan memberikan persetujuan, jika orang itu mampu melakukan tindakan hukum, dewasa dan tidak gila.
Bila pasien seorang anak, yang berhak memberikan persetujuan adalah orangtuanya, pasien dalam keadaan sakit tidak dapat berpikir sempurna shg ia tidak dapat memberikan persetujuan untuk dirinya sendiri, seandainya dalam keadaan terpaksa tidak ada keluarganya dan persetujuan diberikan oleh pasien sendiri dan bidan gagal dalam melakukan tindaknnya maka persetujuan tersebut dianggap tidak sah.
Contoh :
Bila ibu dalam keadaan inpartu mengalami kesakitan hebat, maka ia tidak dapat berpikir dengan baik, maka persetujuan tindakan bidan dapat diberikan oleh suaminya, bila tidak ada keluarga atau suaminya dan bidan memaksa ibu untuk memberikan persetujuan melakukan tindakan dan pada saat pelaksanaan tindakan tersebut gagal, maka persetujuan dianggap tidak sah.
3) Suatu Hal Tertentu
Obyek persetujuan antara bidan dan pasien harus disebutkan dengan jelas dan terinci.
Misal :
Dalam persetujuan ditulis dengan jelas identitas pasien meliputi nama, jenis kelamin, alamat, nama suami, atau wali. Kemudian yang terpenting harus dilampirkan identitas yang membuat persetujuan
4) Suatu Sebab Yang Halal
Isi persetujuan tidak boleh bertentangan dengan undang – undang, tata tertib, kesusilaan, norma dan hukum
contoh :
abortus provocatus pada seorang pasien oleh bidan, meskipun mendapatkan persetujuan si pasien dan persetujuan telah disepakati kedua belah pihak tetapi dianggap tidak sah sehingga dapat dibatalkan demi hukum
c. Segi Hukum Informed Consent
Pernyataan dalam informed consent menyatakan kehendak kedua belah pihak, yaitu pasien menyatakan setuju atas tindakan yang dilakukan bidan dan formulir persetujuan ditandatangani kedua belah pihak, maka persetujuan tersebut mengikat dan tidak dapat dibatalkan oleh salah satu pihak.
Informed consent tidak meniadakan atau mencegah diadakannya tuntutan dimuka pengadilan atau membebaskan RS atau RB terhadap tanggungjawabnya bila ada kelalaian. Hanya dapat digunakan sebagai bukti tertulis adan adanya izin atau persetujuan dari pasien terhadap diadakannya tindakan.
Formulir yang ditandatangani pasien atau wali pada umumnya berbunyi segala akibat dari tindakan akan menjadi tanggung jawab pasien sendiri dan tidak menjadi tanggung jawab bidan atau rumah bersalin. Rumusan tersebut secara hukum tidak mempunyai kekuatan hukum, mengingat seseorang tidak dapat membebaskan diri dari tanggung jawabnya atas kesalahan yang belum dibuat.
d. Masalah Yang Lazim Terjadi Pada Informed Consent
Pengertian kemampuan secara hukum dari orang yang akan menjalani tindakan, serta siapa yang berhak menandatangani.
Masalah wali yang sah. Timbul apabila pasien atauibu tidak mampu secar hukum untuk menyatakan persetujuannya.
Masalah informasi yang diberikan, seberapa jauh informasi dianggap telah dijelaskan dengan cukup jelas, tetapi juga tidak terlalu rinci sehingga dianggap menakut – nakuti
Dalam memberikan informasi apakah diperlukan saksi, apabila diperlukan apakah saksi perlu menanda tanagani form yang ada. Bagaimana menentukan saksi?
Dalam keadaan darurat, misal kasus perdarahan pada bumil dan kelaurga belum bisa dihubungi, dalam keadaan begini siapa yang berhak memberikan persetujuan, sementara pasien perlu segera ditolong.
C. MENGHADAPI MASALAH ETIK MORAL DAN DILEMA DALAM PRAKTEK KEBIDANAN
Menurut Daryl Koehn (1994) bidan dikataka profesional bila dapat menerapkan etika dalam menjalankan praktik.
Bidan ada dalam posisi baik yaitu memfasilitasi pilihan klien dan membutuhkan peningkatan pengetahuan tentang etika untuk menetapkan dalam strategi praktik kebidanan
1. Informed Choice
Informed choice adalah membuat pilihan setelah mendapatkan penjelasan tentan alternatif asuhan yang akan dialaminya.
Menurut kode etik kebidanan internasionl (1993) bidan harus menghormati hak informed choice ibu dan meningkatkan penerimaan ibu tentang pilihan dalam asuhan dan tanggungjawabnya terhadap hasil dari pilihannya
Definisi informasi dalam konteks ini meliputi : informasi yang sudah lengkap diberikan dan dipahami ibu, tentang pemahaman resiko, manfaat, keuntungan dan kemungkinan hasil dari tiap pilihannya.
Pilihan (choice) berbeda dengan persetujuan (consent) :
a. Persetujuan atau consent penting dari sudut pandang bidan karena berkaitan dengan aspek hukum yang memberikan otoritas untuk semua prosedur yang akan dilakukan bidan
b. Pilihan atau choice penting dari sudut pandang klien sebagai penerima jasa asuhan kebidanan, yang memberikan gambaran pemahaman masalah yang sesungguhnya dan menerapkan aspek otonomi pribadi menentukan “ pilihannya” sendiri.
2. Bagaimana Pilihan Dapat Diperluas dan Menghindari Konflik
Memberi informai yang lengkap pada ibu, informasi yang jujur, tidak bias dan dapat dipahami oleh ibu, menggunakan alternatif media ataupun yang lain, sebaiknya tatap muka.
Bidan dan tenaga kesehatan lain perlu belajar untuk membantu ibu menggunakan haknya dan menerima tanggungjawab keputusan yang diambil.
Hal ini dapat diterima secara etika dan menjamin bahwa tenaga kesehatan sudah memberikan asuhan yang terbaik dan memastikan ibu sudah diberikan informsi yang lengkap tentang dampak dari keputusan mereka
Untuk pemegang kebijakan pelayanan kesehatan perlu merencanakan, mengembangkan sumber daya, memonitor perkembangan protokol dan petunjuk teknis baik di tingkat daerah, propinsi untuk semua kelompok tenaga pemberi pelayanan bagi ibu.
Menjaga fokus asuhan pada ibu dan evidence based, diharapkan konflik dapat ditekan serendah mungkin
Tidak perlu takut akan konflik tetapi mengganggapnya sebagai sutu kesempatan untuk saling memberi dan mungkin suatu penilaian ulang yang obyektif bermitra dengan wanita dari sistem asuhan dan tekanan positif pada perubahan
3. Beberapa Jenis Pelayanan Yang Dapat Dipilih Klien
• Bentuk pemeriksaan ANC dan skrening laboratorium ANC
• Tempat melahirkan
• Masuk ke kamar bersalin pada tahap awal persalinan
• Di dampingi waktu melahirkan
• Metode monitor djj
• Augmentasi, stimulasi, induksi
• Mobilisasi atau posisi saat persalinan
• Pemakaian analgesia
• Episiotomi
• Pemecahan ketuban
• Penolong persalinan
• Keterlibatan suami pada waktu melahirkan
• Teknik pemberian minuman pada bayi
• Metode kontrasepsi

Sabtu, 12 Maret 2011

KROMOSOM MANUSIA

KROMOSOM MANUSIA (BAGIAN 1)
PENDAHULUAN


 Setiap makhluk hidup mempunyai informasi genetik yang akan diwariskan kepada keturunannya.
 Informasi genetik itu terkandung di dalam sel yaitu pada organel yang disebut nukleus atau inti sel.
Di dalam nukleus inilah dijumpai adanya kromosom yang selain berfungsi sebagai rangka bagi inti sel juga merupakan bahan yang mengandung informasi genetik dalam bentuk gen atau penggalan DNA.
 Kromosom yang dalam keadaan istirahat (interfase) berwujud butir-butir kromatin mempunyai bentuk yang berbeda-beda.
Pada bakteri dan ganggang biru yang merupakan organisme prokariotik, kromosom berada di daerah nukleoid (materi inti yang tidak dibatasi oleh membran inti) dan berbentuk sirkuler atau lingkaran.
 Sedangkan pada organisme eukariotik, kromosom ada di dalam inti sel serta berbentuk benang linear (lurus).
 Kromosom memiliki kesamaan yaitu di dalamnya dijumpai adanya gen yang menempati lokus -lokus yang ada.
 Gen sebenarnya adalah sepenggal DNA yang berfungsi mengendalikan sintesis protein serta menentukan ciri suatu organisme.
 Disamping DNA, kromosom juga mengandung protein dan RNA.
KROMOSOM
 Istilah kromosom mula-mula dikemukakan oleh Weldeyer (1888)
 Berasal dari kata latin
“kroma”= warna dan “soma” = badan.
 Disebut demikian karena badan ini mudah menyerap zat warna bila preparat diberi warna.
 Sebenarnya kromosom merupakan rangka bagi inti sel.
 Dalam keadaan interfase kromosom berwujud kromatin yang berasal dari kata ”kroma“ dan ”tin“ yang berarti
benang.
 Pada saat memulai aktivitas pembelahan, kromatin memendek
dan menebal disebut kromosom.
 Tahap selanjutnya ketika kromosom
mengganda disebut dengan kromatid.
Gambar Kromosom
Keterangan Gambar Kromosom
 (1) Kromatid.
Salah satu dari dua bagian identik kromosom
 (2) Sentromer.
Tempat persambungan kedua kromatid, dan tempat melekatnya mikrotubulus
 (3) Lengan pendek
 (4) Lengan panjang.
Ada 2 Macam Kromatin :
1. Heterokromatin : Bagian yang kelam/pekat → mengikat warna
2. Eukromatin : Bagian yang terang, tersebar → sulit dilihat
 Fungsi kromosom : Pemindahan sifat genetik
MORFOLOGI KROMOSOM
1. Ukuran kromosom
 Bervariasi dari satu spesies ke spesies lain
 Panjang berkisar antara 0.2-0.5μ, diameter antara 0.2-20μ
 Manusia : panjang berkisar 5-6μm
 Ukuran kromosom tumbuhan > hewan
2. Jumlah
 Bervariasi tapi konstan pada spesies tertentu
 Jumlah kromosom manusia : 46 kromosom → 44 kromosom somatik (22 psg) dan sepasang kromosom seks
3. Struktur
 Lebih mudah diamati pada tahap metafase
 Terdiri dari :
1. Kromonemata : pita berbentuk spiral yang terdapat dalam kromosom
2. Kromomer: penebalan pada kromonema → bahan nukleotida yang mengendap
3. Sentromer : lekukan ke arah dalam dari kromosom
4. Lekukan sekunder : tempat terbentuknya nukleolus
5. Telomer : bagian dari ujung kromosom
6. Satelit : bangunan tambahan pada ujung kromosom
4. Bentuk
Berdasarkan sentromer dan panjang ada 4 bentuk kromosom
- Metasentris
- Submetasentris
- Acrosentris
- Telosentris
Gambar Kromosom Manusia

Pengelompokan kromosom manusia
 Kelompok A: Kromosom 1 – 3 Kromosom terbesar dengan sentromer metasentrik
 Kelompok B: Kromosom 4 – 5
Dua kromosom terbesar dengan sentromer submetasentrik
 Kelompok C: Kromosom 6 – 12 + kromosom X , Kromosom besar dengan sentro-mer meta- dan submetasentrik
 Kelompok D: Kromosom 13 – 15 Kromosom akrosentrik besar
 Kelompok E: Kromosom 16 – 18 Kromosom sedang dengan sen-tromer meta- dan submetasentrik
 Kelompok F: Kromosom 19 – 20 Kromosom metasentrik kecil
 Kelompok G: Kromosom 21 – 22 + kromosom Y Kromosom akrosentrik terkecil
TIPE KROMOSOM
1. AUTOSOM
o Kromosom yang tidak ada hubungannya dengan penentuan jenis kelamin
o Pada manusia : 44 buah (22 pasang) adalah autosom
2. KROMOSOM SEKS
o Sepasang kromosom yang menentukan jenis kelamin kromosom X dan Y
 Pada manusia inti sel tubuhnya mengandung 46 buah kromosom
Susunan kromosom perempuan
-44 (22 pasang) autosom dan 2 (1pasang kromosom-X
-Formula kromosom untuk perempuan adalah 22AA + XX atau ditulis 46A + XX atau 46,XX.
Susunan kromosom Laki-laki
-44 (22 pasang) autosom + 1 kromosom X + 1 kromosom Y
-Formula kromosom untuk orang laki–laki adalah 22AA + XY atau ditulis 46A + XY, atau 46,XY.
Konsep Diri
Posted: Oktober 16, 2010 by zianarmie in -Semester 1, PKKDM
0
Oleh: Yurida Olviani,S.Kep.,Ns
Konsep Diri adlh gambaran yg dimiliki seseorg ttg dirinya (Hurlock,1993).
Sedangkan Menurut Brook (Rahmat,1995) mengatakan bhw konsep diri merupakan persepsi mengenai diri sendiri,baik yg bersifat fisik, sosial, maupun psikologis yg diperoleh melalui pengalaman individu dlm interaksinya dg org lain.
Dari kedua definisi tsb mk dpt dikatakan bhw konsep diri mrpkn gambaran seseorg tentang diri sendiri,baik yg bersifat fisik, sosial maupun psikologis yg diperoleh melalui interaksinya dg org lain.
Konsep Diri adlh kombinasi dinamis yg dibentuk selama bertahun-tahun dan didasarkan pd hal berikut:
1. Reaksi orang lain terhadap tubuh seseorang
2. Persepsi berkelanjutan ttg reaksi org lain
3. Hubungan dg diri dan org lain
4. Struktur kepribadian
5. Persepsi trhdp stimulus yg mempunyai dampak pd diri
6. Pengalaman baru atau sebelumnya
7. Perasaan saat ini ttg fisik, emosional dan sosial diri
8. Harapan ttg diri.
Baca entri selengkapnya »
Tekanan Darah
Posted: Oktober 16, 2010 by zianarmie in -Semester 1, PKKDM
0
 TD merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh
darah yang didorong
dgn tekanan dari
jantung
 Puncak dari tekanan maksimum saat ejeksi tjd adalah TD Sistolik
 Pada saat ventrikel relaks, darah yg tetap dlm arteri menimbulkan tekanan Diastolik atau minimum
 TD Diastolik adl tekanan minimal yg mendesak dinding arteri setiap waktu
 Unit standar utk pengukuran TD adl milimeter air raksa (mmHg)
 TD dicatat dgn pembacaan sistolik sblm diastolik (mis. 120/80)
Fisiologi TD Arteri
TD menggambarkan interrelasi dari curah jantung, tahanan vaskular perifer, volume darah, viskositas darah dan elastisitas arteri
Baca entri selengkapnya »
Pernafasan
Posted: Oktober 16, 2010 by zianarmie in -Semester 1, PKKDM
0
 Mekanisme tubuh menggunakan pertukaran udara antara atmosfer dgn darah serta darah dgn sel
Pernapasan termasuk ventilasi ( pergerakan udara masuk dan keluar paru), difusi (pergerakan O2 dan CO2 antara alveoli dan SDM), dan perfusi (distribusi SDM ke dan dari kapiler paru)
Pengkajian pernapasan
 Frekuensi nafas
 Kedalaman ventilasi
 Irama ventilasi
Frekuensi nafas
 Perawat mengobservasi inspirasi dan ekspirasi penuh
 Frekuensi pernapasan rata-rata normal menurut usia :
 Bayi baru lahir : 35 – 40
 Bayi (6 bulan) : 30 – 50
 Toddler : 25 – 32
 Anak-anak : 20 – 30
 Remaja : 16 -19
 Dewasa : 12 – 20
Baca entri selengkapnya »
Nadi
Posted: Oktober 16, 2010 by zianarmie in -Semester 1, PKKDM
0
 Nadi adl aliran darah yg menonjol dan dpt diraba di berbagai tempat pada tubuh
 Nadi merupakan indikator status sirkulasi
 Jumlah denyut yang tjd dlm 1 menit adl kecepatan nadi
 Pd setiap kontraksi ventrikel, darah yang masuk ke aorta sekitar 60-70 ml ( volume sekuncup)
 Volume darah yg dipompa oleh jantung dalam 1 menit adl curah jantung
 Mis: jika denyut jantung indv 70 x/mnt dan volume sekuncup 70 ml, curah jantung adl 4900 ml/menit
Pengkajian nadi
 Frekuensi nadi dpt dikaji pd setiap arteri, namun arteri radialis dan arteri karotis dpt dgn mudah diraba
Frekuensi Jantung Normal
Usia Frek.(denyut/mnt)
 Bayi 120-160
 Toddler 90-140
 Prasekolah 80-110
 Usia Sekolah 75-100
 Remaja 60-90
 Dewasa 60-100
Baca entri selengkapnya »
Suhu Tubuh
Posted: Oktober 16, 2010 by zianarmie in -Semester 1, PKKDM
1
 Suhu tubuh adalah perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan luar
 Suhu tubuh = panas yang diproduksi – pengeluaran panas
Tempat pengukuran suhu tubuh
Suhu inti
• Rektum
• Membran timpani
• Esofagus
• Arteri pulmoner
• Kandung kemih
Suhu permukaan
• Kulit
• Aksila
• Oral
 Suhu inti = suhu jaringan dalam relatif konstan
 Suhu permukaan berfluktuasi tergantung pada aliran darah ke kulit dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan luar
 Karena fluktuasi suhu permukaan ini, suhu yang dapat diterima berkisar dari 36°C sampai 38°C
Baca entri selengkapnya »
Tanda-Tanda Vital
Posted: Oktober 13, 2010 by zianarmie in -Semester 1, PKKDM
0
Oleh: DEWI NURHANIFAH , S.KEP, NS
PENDAHULUAN
Merupakan pengukuran yang paling sering dilakukan oleh praktisi kesehatan
Sebagai indikator dari status kesehatan, ukuran-ukuran ini menandakan keefektifan sirkulasi, respirasi, fungsi neural dan endokrin tubuh
Perubahan tanda –tanda vital dapat menandakan kebutuhan dilakukan intervensi keperawatan dan medis
Pedoman pengukuran tanda vital
Perawat yang merawat klien bertanggungjawab thd pengkajian tanda vital
Peralatan harus berfungsi dan sesuai
Peralatan harus dipilih berdasarkan kondisi dan karakteristik klien(misal: manset ukuran dewasa tidak digunakan untuk anak-anak)
Perawat mengetahui batas nilai normal tanda vital
Perawat mengetahui riwayat medis klien, terapi, dan obat-obatan yang diberikan spt; Epinefrin,
Perawat mengontrol atau meminimalkan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi tanda vital
Perawat menggunakan pendekatan yang teratur dan sistematis ketika mengukur tanda vital
Perawat menganalisis hasil dari pengukuran tanda vital
Kapan mengukur tanda vital?
Saat klien masuk ke fasilitas perawatan kesehatan
Di RS atau fasilitas perawatan pada jadwal rutin sesuai program dokter atau standar praktik institusi
Sebelum dan sesudah prosedur bedah
Sebelum dan sesudah prosedur diagnostik invasif
Sebelum dan sesudah pemberian medikasi yang mempengaruhi kardiovaskular, pernafasan, dan suhu
Ketika kondisi fisik umum klien berubah (spt kehilangan kesadaran atau peningkatan intensitas nyeri)
Sebelum dan sesudah intervensi keperawatan yang mempengaruhi tanda vital
Ketika klien melaporkan gejala non spesifik distress fisik ( mis perasaan “ aneh “ atau “ beda “)
Batas Normal TTV untuk dewasa
Batas suhu badan : 36°-38°C
Oral rata-rata : 37°C
Rektal rata-rata : 37,5°C
Aksila rata-rata : 36,5°C
Nadi : 60-100 x/menit
Pernapasan : 12-20 x/menit
TD : rata-rata = 120/80 mmHg
Sistem Muskuloskeletal
Posted: Oktober 9, 2010 by zianarmie in -Semester 1, Anatomi Manusia
0
Oleh: dr. M. Syaukani
OSTEOLOGI
OSTEON : TULANG
LOGOS : ILMU
Fungsi :
Melindungi organ dalam yang vital
Memproduksi sel darah tertentu
Menyimapan dan mengganti ion Ca dan PO4
Alat gerak pasif
Tempat perlekatan otot
Memberi bentuk tubuh
Menyangga dan menegakkan tubuh
Baca entri selengkapnya »
SEKSUALITAS #2
Posted: Oktober 9, 2010 by zianarmie in -Semester 1, PKKDM
0
C. Anatomi dan Fisiologi Seksual
Organ Seks Wanita
- Organ seks eksternal secara kolektif disebut vulva, yang mencakup mons veneris, labia mayora, labia minora, klitoris dan ostium vaginalis atau introitus
- Organ seks internal terdiri dari vagina,uterus, tubulus falopi, dan ovari
Mons veneris adalah lapisan jaringan lemak yang menutupi tulang pubis dan dilapisi oleh rambut pubis setelah pubertas
Labia, kedua labia mayora adalah lipatan kulit berlemak yang memanjang dari mons veneris dan membentuk batasan terluar dari vulva. Labia mayora mempunyai reseptor sensoris yang sensitif terhadap sentuhan, tekanan,nyeri dan suhu. Kedua labia minora, adalah lipatan tipis kulit berpigmen yang memanjang keatas untuk membentuk kepala klitoris
Baca entri selengkapnya »
SEKSUALITAS #1
Posted: Oktober 9, 2010 by zianarmie in PKKDM
0
-Seks adalah topik yang sudah lama dianggap tabu untuk diperbincangkan oleh orang dewasa
-Sejak pertengahan tahun 1960 an, tenaga perawatan kesehatan telah mengenali keterkaitan kesehatan seksual sebagai kmponen kesejahteraan
-Banyak pemberi perawatan kesehatan kurang mengetahui, merasa nyaman, dan kurang percaya diri dalam mengemukakan masalah seksual
A. Konsep Tentang Seksualitas
•Kesehatan seksual telah didefinisikan sebagai “pengintegrasian aspek somatik, emosional, intelektual dan sosial dari kehidupan seksual, dengan cara yang posisitif memperkaya dan meningkatkan kepribadian , komunikasi dan cinta” (WHO 1975)
•Kata seks sering digunakan dalam dua cara
•Paling umum seks digunakan untuk mengacu pada bagian fisik dari berhubungan, yaitu aktivitas seksual genital
•Seks juga digunakan untuk memberi label jender, baik pria atau pria
Baca entri selengkapnya »

EMBRIOTOMI

Embriotomi adalah persalinan buatan dengan cara merusak atau memotong bagian janin tanpa melukai ibu, supaya janin dapat lahir secara pervaginam
Jenis embriotomi
Kraniotomi
Adalah memperkecil ukuran kepala janin dengan cara melubangi tengkorak janin dan mengeluarkan isinya sehingga kepala mengecil dan janin dapat dilahirkan pervaginam
Dekapitasi
Adalah memisahkan kepala janin dari tubuhnya dengan jalan memotong lehernya
Kleidotomi
Adalah memotong/mematahkan tulang klavikula janin sehingga lingkar bahu mengecil
Eviserasi/eksenterasi
Adalah tindakan merusak dinding abdomen/thorax dan mengeluarkan organ-organ visera
Spondilotomi
Adalah memotong ruas tulang belakang
Pungsi
Adalah mengeluarkan cairan tubuh janin
Indikasi
• Janin sudah meninggal, dengan ibu dalam keadaan bahaya (maternal distress)
• Janin mati yang tidak dapat dilahirkan spontan pervaginam
• Janin dengan kelainan kongenital, misalnya hidrop fetalis, hidrosefalus
Syarat
• Konjugata vera lebih besar dari 6 cm
• Pembukaan serviks >7 cm
• Selaput ketuban sudah pecah/dipecahkan
• Tidak ada tumor jalan lahir yang dapat mengganggu persalinan pervaginam

Sabtu, 05 Maret 2011

Mola hidatidosa

A. PENGETIAN MOLAHIDATIDOSA
Yang dimaksud dengan Molahidatidosa ialah suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar di mana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh villi korealis mengalami perubahan hidropik. Dalam hal demikian disebut Molahidatidosa atau Completemole, sedangkan bila disertai janin atau bagian dari janin disebut Mola parsialis atau Partial mole. Menurut Vassilakos, Complete mole dan Partial mole merupakan kesatuan yang berbeda, antara keduanya ada perbedan klinik, histopatologik, sitogenetik maupun prognostik.
Secara makroskopik, Molahidatidosa mudah dikenal yaitu berupa gelembung-gelembung putih, tembus pandang, berisi cairan jernih, dengan ukuran bervariasi dari beberapa milimeter sampai satu atau dua sentimeter.
Gambaran histopatologik yang khas dari molahidatidosa ialah edema stroma villi, tidak ada pembuluh darah pada villi dan proliferasi sel-sel trofoblast, sedangkan gambaran sitogeniknya pada umumnya berupa xx 46.
Ada beberapa teori yang dianjurkan untuk menerangkan patogenesis dari penyakit trofoblast.
1. Teori missed abortion yaitu mudigah mati dan kehamilan 3-5 minggu (missed abortion), karena itu terjadi gangguan peredaran darah sehingga terjadi penimbunan cairan dalam jaringan mesenkim dari villi dan akhirnya terbentuklah gelembung-gelembung.
2. Teori Neoplasma dari Park yang mengatakan bahwa yang abnormal adalah sel-sel trofoblas, yang mempunyai fungsi abnormal pula, dimana terjadi resorpsi cairan yang berlebihan ke dalam villi sehingga timbul gelembung. Hal ini menyebabkan gangguan peredaran darah dan kematian mudigah.

B. GEJALA KLINIK
Adapun gejala klinik dari molahidatidosa ialah:
1. Adanya tanda-tanda kehamilan disertai dengan perdarahan. Perdarahan ini bisa intermiten, sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. Karena perdarahan ini maka umumnya penderita molahidatidosa masuk rumah sakit dalam keadaan yang anemia.
2. Hiperemesis Gravidarum
3. Tanda-tanda preeklamsia pada trimester 1
4. Tanda-tanda tirotoksis
5. Kista lutein unilateral/bilateral
6. Umumnya uterus lebih besar dari usia kehamilan
7. Tidak dirasakan tanda-tanda adanya gerakan janin, ballotemen negatif kecuali pada Mola Parsial.
Pada permulaannya gejala molahidatidosa tidak seberapa berbeda dengan kehamilan biasa yaitu mual dan muntah, pusing, dll, hanya saja derajat keluhan sering lebih hebat. Selanjutnya perkembangan janin lebih pesat, sehingga pada umumnyq besar uterus lebih besar dari umur kehamilan. Ada pula kasus-kasus yang uterusnya lebih kecil atau sama besar walaupun jaringannya belum dikeluarkan. Dalam hal ini perkembangan jaringan trofoblas tidak begitu aktif sehingga perlu dipikirkan kemungkinan adanya jenis drying mole.
Perdarahan merupakan gejala utama Molahidatidosa. Biasanya keluhan perdarahan inilah yang menyebabkan mereka datang ke rumah sakit. Gejala perdarahan ini biasanya terjadi antara bulan pertama sampai ke tujuh dengan rata-rata 12-14 minggu. Sifat perdarahan bisa intermiten, sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. Karena perdarahan ini maka umumnya pasien molahidatidosa mengalami anemia. Seperti juga pada kehamilan biasa molahidatidosa bisa disertai dengan preeklamsia (eklamsia), hanya perbedaannya ialah bahwa preeklamsia pada mola terjadinya lebih muda daripada kehamilan biasa.


C. DIAGNOSIS
Adanya molahidatidosa harus dicurigai bila ada wanita amenorea, perdarahan pervaginam, uterus yang lebih besar dari tuanya kehamilan dan tidak ditemukan tanda kehamilan pasti, seperti ballotemen dan detak jantung janin (DJJ). Untuk memperkuat diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan kadar HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dalam darah atau urine, baik secara Bioasay, immunoassay maupun radioimmunoassay. Peninggian HCG, terutama setelah hari ke-100, sangat sugestif. Bila belum jelas dapat dilakukan pemeriksaan foto abdomen, biopsi trasplasental, pemeriksaan dengan sonde uterus yang diputar, dan yang lebih mutahir dengan menggunakan USG, dimana kasus molahidatidosa menunjukkan gambaran yang khas, yaitu berupa badai salju (snow flake pattern).
Diagnosis yang paling tepat bila kita telah melihat gelembung-gelembung molanya. Tetapi bila kita menunggu sampai gelembung molanya keluar biasanya sudah terlambat karena pengeluaran gelembung umumnya disertai perdarahan yang banyak dan keadaan umum pasien menurun. Yang baik ialah dapat mendiagnosis mola sebelum gelembung keluar.

D. PENANGANAN
Terapi molahidatidosa terdiri 4 tahap yaitu:
1. Perbaikan keadaan umum
Yang termasuk usaha ini misalnya pemberian transfusi darah untuk memperbaiki syok atau anemia dan menghilangkan atau mengurangi penyulit seperti preeklamsia dan tirotoksikosa. Preeklamsia diobati seperti pada kehamilan biasa sedang tirotoksikosa diobati sesuai dengan protokol bagian Penyakit Dalam.
2. Pengeluaran jaringan mola
Ada dua cara yaitu:
a. Vakum Kuretase. Setelah keadaan umum diperbaiki dilakukan vakum kuretase tanpa pembiusan. Untuk memperbaiki kontraksi diberikan pula uterotonika. Vakum kuretase dilanjutkan dengan sendok kuret biasa yang tumpul. Tindakan kuret cukup dilakukan satu kali saja, asal bersih. Kuret kedua hanya dilakukan bila ada indikasi. Sebelum tindakan kuret sebaiknya disediakan darah untuk menjaga kemungkinan perdarahan banyak.
b. Histerektomi. Tindakan ini dilakukan pada wanita yang telah cukup umur dan telah cukup anak. Alasan untuk melakukan ini ialah karena umur tua dan paritas tinggi merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya keganasan. Batasan yang digunakan adalah umur 35 tahun dengan anak hidup tiga. Tidak jarang pada sediaan histerektomi bila dilakukan pemeriksaan histopatologik sudah tampak adanya tanda-tanda keganasan berupa mola invasif. Ada beberapa ahli yang menganjurkan agar pengeluaran jaringan dilakukan melalui histerektomi. Tetapi cara ini tidak begitu populer dan sudah ditinggalkan.
3. Terapi profilaksis dengan sitostatika
Terapi profilaksis diberikan pada kasus mola dengan resiko tinggi akan terjadinya keganasan misalnya umur tua dan paritas tinggi yang menolak untuk dilakukan histerektomi atau kasus mola dengan hasil histopatologi yang mencurigakan. Biasanya diberikan methotrexate atau actinomycin D. Ada beberapa ahli yang tidak menyetujui terapi profilaksis ini dengan alasan bahwa jumlah kasus mola yang menjadi ganas tidak banyak dan sitostatika merupaka obat berbahaya. Goldstein berpendapat bahwa pemberian sitostatika profilaksis dapat menghindarkan keganasan dengan metastasis, serta mengurangi koriokarsinoma di uterus sebanyak 3 kali.
4. Pemeriksaan tindak lanjut
a. Lama pengawasan berkisar satu sampai dua tahun
b. Selama pengawasan penderita dianjurkan memakai kontrasepsi kondom, pil kombinasi, atau diafragma, dan pemeriksaan fisik dilakukan setiap kali pada saat penderita datang kontrol.
c. Pemeriksaan kadar β-HCG dilakukan setiap minggu sampai ditemukan kadar β-HCG normal 3 kali berturut-turut.
d. Setelah itu pemeriksaan dilakukan satiap bulan sampai kadar β-HCG normal selama 6 kali berturut-turut.
e. Bila terjadi remisi spontan (kadar β-HCG, pemeriksaan fisik, dan foto toraks setelah satu tahun semuanya normal) maka penderita tersebut dapat berhenti menggunakan alat kontrasepsi dan hamil lagi.
f. Bila selama masa observasi kadar β-HCG tetap atau bahkan meningkat atau pada pemeriksaan klinis foto toraks ditemukan adanya metastasis maka penderita harus di evaluasi dan mulai pemberian kemoterapi.

E. KOMPLIKASI
Adapun komplikasi yang dapat terjadi dalam molahidatidosa ialah:
1. Perdarahan hebat
2. Anemia
3. Syok
4. Infeksi
5. Perforasi Uterus
6. Keganasan (PTG)

Jumat, 04 Maret 2011

ketidaknyamanan dalam kehamilan

Mual/muntah
Penyebab pasti tidak diketahui, mungkin disebabkan:
• Perubahan hormonal (peningkatan kadar hcG, estrogen/progesterone, gula darah rendah)
• Kelebihan asam gastric/asam klorida
• Peristaltic lambat (mengakibatkan estrogen dan progesterone meningkat)
• Perubahan dalam metabolisme
• Pembesaran uterus
• Faktor emosional yang labil
• Alergis (sekresi corpus luteum, antigen dari ayah, “keracunan histamin”)

Cara meringankan/mencegah
• Hindari bau atau faktor penyebab
• Makan porsi kecil tapi sering, bahkan setiap 2 jam
• Makan biskuit kering atau roti bakar sebelum bangun pagi
• Makan sesuatu yang manis (permen) atau minuman (jus buah) sebelum tidur malam dan sesudah bangun pagi
• Duduk tegak setiap kali selesai makan
• Hindari makanan yang berminyak dan berbumbu merangsang
• Makan-makanan kering dan minum diantara waktu makan
• Bangun dari tidur secara perlahan dan hindari melakukan gerakan secara tiba-tiba
• Hindari menggosok gigi setelah makan
• Istirahat sesuai dengan kebutuhan dengan mengangkat kaki dan kepala agak ditinggikan
• Hirup udara segar, pastikan cukup udara di dalam rumah

Terapi
Gunakan obat-obatan hanya bila tindakan secara non farmakologis gagal dan hanya untuk jangka pendek, misalnya:
# antihistamine : dimenhydrinate, doxylamine succinate
# metoclorpramide hydrochloride
# hindari buclizine. Meclizine (bersifat teratogenik)
# jika berat : terapi vitamin B6
# keterangan lebih lanjut hubungi dokter n_n

Tanda-tanda bahaya
• Pertambahan berat badan (BB) yang tidak memadai
• Kehilangan BB yang sidnifikan
• Malnutrisi
• Hiperemesis gravidarum (mual muntah yang berlebihan selama kehamilan)
• Dehidrasi
• Ketidakseimbangan elektrolit
• Pastikan tidak ada appendicitis dan pancreatitis


Ptyalism (Salivasi/ kelenjar liur yang berlebihan)
• Hal ini meningkat sejak 2-3 minggu usia kehamilan dan berhenti saat persalinan

• Patogenesis tidak diketahui, mungkin disebabkan oleh :
# Meningkatnya keasaman mulut oleh asupan pati yang akhirnya menstimulasi kelenjar salivary untuk meningkatkan sekresi
# Ptyalism sering juga menimbulkan mual, sehingga ibu hamil sering menghindari makan

Pengobatan
Gunakan pencuci mulut astringent, permen karet, permen yang keras
Fatique (kelelahan) selama trimester I
• Penyebab tidak diketahui. Mungkin berhubungan dengan penurunan laju metabolisme basal pada awal kehamilan
• Efek dari fatique yaitu meningkatnya intensitas respon psikologi wanita selama waktu ini

Cara meringankan atau mencegah
• Yakinkan bahwa hal ini normal terjadi dalam kehamilan
• Dorong ibu untuk sering beristirahat
• Aktivitas sedang dan nutrisi yang baik dapat emngurangi kelelahan

Terapi
• Tidak perlu memberikan obat-obatan
• Suplemen vitamin dan zat besi dapat membantu untuk kesehatan

Tanda-tanda bahaya
• Terdapat gejala anemia (lelah, konjungtiva mata pucat dll)
• Ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan/ aktivitas sehari-hari
• Tanda dan gejala depresi
• Tanda dan gejala adanya infeksi atau penyakit kronis


Pica (ngidam makanan)
• Mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita mengenai apa yang bisa mengurangi mual dan muntah
• Indra pengecap menjadi tumpul sehingga mencari makanan yang lebih merangsang
• Tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran asal cukup bergizi dan makanan yang diidamkan bukan makanan yang tidak baik
Sakit punggung bagian atas
• Terjadi pada trimester I kehamilan

• Penyebab: meningkatnya ukuran dan volume payudara yang merupakan salah satu tanda presuratif kehamilan
• Pembesaran mungkin menghasilkan ketegangan otot jika payudara tidak cukup ditopang

• Cara mengurangi : gunakan bra yang pas dan menopang
Sakit punggung bagian bawah
• Terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan

• Dasar anatomis dan fisiologis :
o Kurvatur dari vertebra umbosacral yang meningkat saat uterus terus membesar
o Spasme otot karena tekanan terhadap akar syaraf
o Kadar hormon yang meningkat, sehingga cartilage didalam sendi-sendi besar menjadi lembek
o Keletihan

Cara meringankan
• Gunakan body mekanik yang baik untuk mengangkat benda
• Hindari sepatu atau sandal hak tinggi
• Hindari mengangkat beban yang berat
• Gunakan kasur yang keras untuk tidur
• Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung
• Hindari tidur terlentang terlalu lama karena dapat menyebabkan sirkulasi darah menjadi terhambat

Terapi
Jika terlalu parah gunakan penopang abdomen eksternal


Leucorrhea
• Peningkatan sejumlah lendir dan kelenjar endoservical sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen
• Perubahan peningkatan sejumlah glikogen pada sel epitel vagina menjadi asam laktat oleh doderlein basilus

Cara meringankan
• Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
• Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar lebih kuat daya serapnya
• Hindari pakaian dalam yang terbuat dari nilon

Terapi
• Hindari pencucian vagina (douching)
• Gunakan bedak tabur untuk mengeringkan (polider), tetapi jangan terlalu berlebihan

• Cara tradisional : merendam vagina dengan air rebusan daun sirih
Tanda bahaya
• Jika sangat banyak,/ berbau menyengat/ warna kuning/ abu-abu (servicitis, vaginitis)
• Pengeluaran cairan (selaput ketuban pecah)
• Perdarahan pervagina (abruption plasenta, placenta previa, lesi pada servix/ vagina, bloody show)


Nocturia (sering BAK)
• Trimester I
Peningkatan berat fundus uterus, denganmelembutkan isthmus (tanda hegar) menyebabkan meningkatnya antefleksi membesarnya uterus, yang emnekan langsung kandung kemih
• Trimester III
Terjadi lebih sering pada primigravida (ibu yang baru pertama kali hamil). Bagian terbawah janin menurun ke pelvic dan menyebabkan tekanan langsung pada kandung kemih. Tekanan membuat wanita merasa perlu BAK

Cara meringankan
• Penjelasan mengenai terjadinya
• Kosongkan saat terasa dorongan untuk BAK
• Perbanyak minum pada siang hari
• Jangan kurangi minum pada malam hari kecuali jika nocturia mengganggu tidur dan menyebabkan keletihan
• Batasi minum bahan diuretic alamiah seperti kpoi, teh, cola dengan kafein dll

Tanda bahaya
wanita hamil menghadapi resiko lebih besar terhadap infeksi saluran kemih dan pyelonephritis karena ginjal dan kandung kemih mengalami perubahan


Chloasma gravidarum
• Terjadi pada trimester II
• Kecenderungan genetic peningkatan kadar estrogen dan mungkin progesteron dapat merangsang hormone melanogenic

Pencegahan
• Hindari sinar matahari berlebihan selama masa kehamilan
• Gunakan bahan pelindung non-alergis

Terapi farmakologis
• Hindari penggunaan hydroqinones, karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya


Diarrhea
• Terjadi pada trimester I, II, III
• Mungkin akibat dari peningkatan hormone
• Efek samping dari infeksi virus

Cara meringankan
• Cairan pengganti rehidrasi –oral
• Hindari makanan berserat tinggi seperti sereal kasar, sayur-sayuran, buah-buahan, laktosa yang mengandung makanan
• Makan sedikit tapi sering untuk memastikan kecukupan gizi


Edema dependen
• Terjadi pada trimester II dan III
• Peningkatan kadar sodium dikarenakan pengaruh hormonal
• Kongesti sirkulasi pada ekstremitas bawah
• Peningkatan kadar permeabilitas kapiler
• Tekanan dari pembesaran uterus pada vena pelvic ketika duduk/ pada vena kava inferior ketika berbaring

Cara meringankan atau mencegah
• Hindari posisi berbaring terlentang
• Hindari posisi berdiri untuk waktu lama, istirahat dengan berbaring ke kiri, dengan kaki agak ditinggikan
• Angkat kaki ketika duduk/istirahat
• Hindari kaos yang ketat/tali/pita yang ketat pada kaki
• Lakukan senam secara teratur

Tanda bahaya
• Jika muncul pada muka dan tangan dan disertai dengan proteinuria serta hipertensi (waspada preeklampsi/eklampsia
Kram kaki
• Biasanya terjadi setelah kehamilan 24 minggu
• Dasar fisiologis penyebab masih belum jelas
• Bisa terjadi karena :
o Kekurangan asupan kalsium
o Ketidakseimbangan rasio kalsium-fosfor
o Pemnbesaran uterus, sehingga memberikan tekanan pada pembuluh dasar pelvic, dengan demikian dapat menurunkan sirkulasi darah ke tungkai bagian bawah

Cara meringankan
• Kurangi konsumsi susu (kandungan fosfornay tinggi) dan cari yang high calcium
• Berlatih dorsifleksi pada kaki untuk meregangkan otot-otot yang terkena kram
• Gunakan penghangat untuk otot

Terapi
• Suplementasi dengan garam kalsium yang tidak mengandung fosfor
• Gunakan antacid alumunium hidroksida untuk meningkatkan pembentukan fosfor yang tidak melarut

Tanda bahaya
• Tanda-tanda thrombophlebitis superficial/ trombosis vena yang dalam
Insomnia
• Terjadi mulai pada pertengahan masa kehamilan
• Disebabkan oleh :
o perasaan gelisah, khawatir atau pun bahagia
o ketidaknyamanan fisik seperti membesarnya uterus, pergerakan janin, bangun di tengah malam karena nocturia, dyspnea, heartburn, sakit otot, stress dan cemas

Cara meringankan
• Gunakan teknik relaksasi
• Mandi air hangat, minum-minuman hangat (susu, the dengan susu) sebelum pergi tidur
• Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi sebelum tidur
Terapi
• Gunakan antihistamin
• Hindari obat-obatan tidur (dapat emlintasi sawar plasenta)
Tanda bahaya
• Keletihan yang berlebihan
• Tanda-tanda depresi


Striae gravidarum
• Terjadi pada bulan ke 6-7
• Penyebab tidak jelas
• Bisa timbul akibat perubahan hormon/gabungan antara perubahan hormone dan peregangan
Cara meringankan
• Gunakan emollient topical jika ada indikasinya
• Gunakan pakaian yang menopang payudara dan abdomen


Hemorrhoids
• Terjadi pada trimester II dan III
• Sering terjadi karena konstipasi
• Dukungan yang tidak memadai pada vena hemorrhoid di area anorectal
• Kurangnya klep di pembuluh-pembuluh yang berakibat pada perubahan secara langsung pada aliran darah
• Progesterone menyebabkan relaksasi dindiong vena dan usus besar
• Pembesaran uterus dapat meningkatkan tekanan-tekanan spesifik pada vena hemorrhoid, tekanan mengganggu sirkulasi venous dan menyebabkan kongesti pada vena pelvic
Cara meringankan/mencegah
• Menghindari konstipasi
• Menghindari ketegangan selama defekasi
• Mandi air hangat/kompres hangat, air panas tidak hanya memberikan kenyamanan tapi juga meningkatkan sirkulasi
• Kompres es/ garam Epsom
• Latihan kegel, untuk mengencangkan otot-otot perineal
• Istirahat di tempat tidur dengan panggul diturunkan dan dinaikkan


Konstipasi
• Terjadi pada trimester II dan III
• Peningkatan kadar progesterone menyebabkan peristaltic usus menjadi lambat
• Penurunan motilitas sebagai akibat dari relaksasi otot-otot polos usus besar
• Penyerapan air dari kolon meningkat
• Efek samping penggunaan suplemen zat besi
Cara meringankan
• Tingkatkan intake cairan, serat di dalam diet seperti: buah/juice prem, minum cairan dingin/panas (terutama ketika perut kosong)
• Istirahat cukup
• Senam/exercise
• Membiasakan BAB secara teratur
• BAB segera setelah ada dorongan
Terapi
• Gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan)/emollients. Seperti : supositoria dll
• Hindari minyak mineral, lubrikasi, perangsang (stimulant) saline, hiperosmotis, diphenylmethane, castor dll
Tanda bahaya
• Rasa nyeri hebat di abdomen, tidak mengeluarkan gas (obstruksi)
• Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis)
Heart burn (panas dalam perut)
• Mulai terasa selamatrimester kedua dan makin bertambah bersamaan dengan tambahnya usia kehamilan, hilang saat persalinan
• Heart burn istilah lain untuk regurgitasi/refluks
• Kandungan asam gastric (asam klorida dalam lambung) pada esophagus bagian bawah oleh peristaltic balik. Keasaman menyebabkan rasa terbakar pada kerongkongan dan tidak enak.
Penyebab:
• Relaksasi cardiac spinkter lambung karena efek meningkatnya jumlah progesterone
• Menurunnya motilitas saluran cerna dihasilkan dari relaksasi otot polos, yang kemungkinan karena meningkatnya progesteron dan tekanan uterus
• Kehilangan ruang fungsi lambung karena tempatnya digantikan dan ditekan oleh pembesaran uterus
Cara meringankan
• Makan porsi kecil tapi sering
• Hindari makanan berlemak terlalu banyak, makanan yang digoreng/ makanan yang berbumbu merangsang
• Hindari rokok, kopi, alcohol, cokelat (mengiritasi gastric)
• Hindari berbaring setelah makan
• Hindari minuman selain air putih saat makan
• Kunyah permen karet
• Tidur dengan kaki ditinggikan, sikap tubuh yang baik
Terapi
• Gunakan antacid dengan kandungan sodium rendah (kombinasi hidroxida alumunium dan magnesium)
• Hindari kalsium karena dapat menimbulkan hiperaciditas (peningkatan asam dalam lambung)
• Hindari sodium bicarbonate, bismuth salicylate
Tanda bahaya
• Kehilangan berat badan/keletihan yang amat berat
• Nyeri epigastrium disertai sakit kepala hebat, hipertensi dan edema patologis pada trimester III (preeklampsia)
• Nyeri perut yang hebat (abruption placenta, persalinan prematur, appendicitis)


Perut kembung
• Terjadi pada trimester II dan III
• Motilitas gastrointestinal menurun, menyebabkab terjabdinay perlambatan waktu pengosongan menimbulkan efek peningkatan progesterone pada relaksasi otot polos dan penekanan uterus pada usus besar
Cara meringankan
• Hindari makanan yang mengandung gas
• Mengunyah makanan secara sempurna
• Pertahankan kebiasaan BAB yang teratur
• Posisi knee chest (posisi seperti sujud tapi dada ditempelkan ke lantai) hal ini dapat membantu ketidaknyamanan dari gas yang tidak keluar


Sakit kepala
• Biasa terjadi pada trimester II dan III
• Akibat kontraksi otot/spasme otot (leher, bahu dan penegangan pada kepala), serta keletihan
• Tegangan mata sekunder terhadap perubahan okuler, dinamika cairan syaraf yang berubah
Cara meringankan
• Teknik relaksasi
• Memassase leher dan otot bahu
• Penggunaan kompres panas/es pada leher
• Istirahat
• Mandi air hangat
Terapi
• Gunakan paracetamol
• Hindari aspirin, ibuprofen, narcotics, sedative/hipnotik
Tanda bahaya
• Bila bertambah berat atau berlanjut
• Jika disertai dengan hipertensi dan proteinuria (preeklampsi)
• Jika ada migraine
• Penglihatan berkurang atau kabur


Dispareunia (rasa sakit pada saat berhubungan seksual)
• Terjadi selama kehamilan
• Akibat pembesaran uterus, hal ini menyebabkan penurunan sirkulasi, pelvic/vagina kongesti
• Masalah fisik mungkin disebabkan oleh pembesaran abdomen/masuknya bagian terbawah janin ke dalam pelvic
• Faktor psikologis : miskonsepsi dan takut menyakiti janin
Cara mengurangi
• Perubahan posisi, hal ini akan meredakan masalah yang disebabkan oleh pembesaran abdomen/rasa sakit dari penetrasi yang dalam
• Diskusi miskonsepsi dan ketakutan, agar wanita tidak khawatir berlebihan
• Kedua pasangan sebaiknya membuka informasi pada cara alternative untuk kepuasan seksual masing-masing